Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label MKLDDP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MKLDDP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2014

BATU BATAKO





KONSTRUKSI DINDING BATAKO :
  • Konstruksi dinding yang biasa dibuat dari batu bata juga dapat dibuat dari Batako, dalam perdagangan batako terdapat berbagai macam ukuran dan bentuk
  • Bahan bata ini terdiri dari tras, kapur dan air atau juga semen portland, kapur dan air
  • Bata tras ini merupakan batu buatan yang tidak dibakar, kekerasannya tergantung dari campuran yang digunakan.
UKURAN BATAKO : 
  1. Ukuran : 20 x 20 x 40 cm, berlubang digunalan untuk pasangan dinding tebal 20 cm.
  2. Ukuran : 20 x 20 x 40 cm, berlubang untuk pasangan sudut - sudut dan pertemuan dinding tebal 20 cm.
  3. Ukuran : 10 x 20 x 40 cm, berlubang digunakan untuk dinding pemisah tebal 10 cm dan dinding tipis lainnya. 

Dan berikut ini adalah cara pemasangan batu batako :

KEGUNAAN LANTAI




Lantai merupakan komponen bangunan yang berperan menahan rembesan air tanah atau hewan dari dalam tanah dan sebaliknya sebagai penahan beban diatasnya dan atau sebagai pembatas bangunan bagian bawah dan bagian atas

Macam - macam konstruksi lantai :
  1. Lantai Plesteran
  2. Lantai Ubin
  3. Lantai Keramik
  4. Lantai Mozaik
  5. Lantai Beton/Rabat
  6. Lantai Kayu/Parket/Flooring
Lantai Plesteran :
   Lantai Plesteran biasanya digunakan atau dibuat biasanya pada rumah biasa/tradisional sedangkan konstruksinya, sebagai berikut :
  1. Bahan : Pasir dan semen dengan komposisi campuran 1 pc : 3-5 pasir.
  2. Tebal Plesteran : 5 -7 cm.
  3. Finishing dengan acian semen
Lantai Ubin :
  •     Lantai Ubin terdiri dari semen portland yang bahannya merupakan campuran pasir dan semen dan permukaannya dari semen portland murni, granite dan sebagainya.
  •  Untuk motifnya dibedakan atas ubin galasan, ubin sisik, ubin kembang, dan sebagainya.
  • Ukuran yang biasanya : 15 x 15 cm, 20 x 20 cm, dan 30 x 30 cm dengan tebal 2 - 2,5 cm.
  • Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani, keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran.
  • Lantai keramik atau ubin keramik adalah bahan penutup (finishing) lantai dari bahan keramik.
   Tujuan Pemasangan :
  1. Untuk menambah kekuatan lantai
  2. Mempermudah pemeliharaan
  3. Mempermudah kebersihan lantai
  4. Sebagai dekorasi ruangan (lantai)
  •  Pemasangan keramik juga bisa menghadirkan atmosfir tertentu pada ruangan, tergantung jenis dan jenis corak keramik yang dipilih.
    Lantai  Mozaik
  • Mozaik semakin populer untuk mempercantik elemen bangunan
  • Ia menjadi pelapis dinsing untuk kamar mandi, back panel dapur, pelapis saniter hingga dinding dan lantai kolam renang.
  • Mozaik terbuat dari porselen, kaolin dan bahan khusus
  • Bahan tersebut diproses dengan dioven pada suhu 2.200 derajat C selama 24 jam
  • Ukuran keping 18, 25, 28, 35, 50 mm
   Lantai Beton / Rabat
  • Lantai dengan bahan beton yang terdiri dari semen, pasir dan kerikil.
  • Dengan komposisi campuran : 1pc : 2ps : 3krl
  • Lantai ini pada pelaksanaan tidak dipasang besi tulangan
  • Biasanya dibuat untuk lantai kerja pada bengkel, gudang, pabrik dan sebagainya.
   Lantai Kayu / Parket / Flooring
  • Lantai ini terbuat dari kayu keras dan kering oven dan bentuknya papan / bingkai.
  • Ukuran kayu tebal 1 - 1,5 cm, panjang 5 x 30 - 50 cm
  • Biasanya dipasang pada rumah, lapangan basket dan sebagainya  
   Jenis - Jenis Keramik :
Keramik dibagi dua jenis, antara lain :
  1. Keramik Tradisional 
  Yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam, seperti kuarsa, kaolin, dll. yang termasuk keramik ini adalah : barang pecah belah, keperluan rumah tangga dan untuk industri.

     2. Keramik Halus 
   Fine Ceramics (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik, advanced ceramic, engineering ceramic, technical ceramic) adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida - oksida logam atau logam.

Dalam Peletakannya dibagi menjadi 2 jenis , yaitu :
  • UBIN KERAMIK INTERIOR :
  • Ubin keramik interior senantiasa terlindung dari hujan, sinar matahari langsung, oleh karena itu biasanya digunakan jenis ubin polos atau dekoratif sesuai dengan fungsi ruang serta kesan yang diharapkan.
  • UBIN KERAMIK EKSTERIOR :
  • Untuk laintai eksterior dan sering kena hujan dan sinar matahri secara langsung disarankan pilih jenis keramik yang tahan perubahan cuaca, ditandai dengan daya serap air rendah permukaan berglazur, tidak mengkilap/suram untuk keramik eksterior dikenal dengan embssed (tidak rata)

Rabu, 22 Januari 2014

MENGGAMBAR KONSTRUKSI LANTAI, DINDING DAN DINDING PENAHAN (MKLDDP)

1. Menggambar Konstruksi Lantai dari Keramik / Ubin/ Parket 
 Pemasangan keramik/ubin/parket tergantung dari bentuk ruangan dantata letak lubang pintunya. Untuk mendapatkan pemasangan ubin yang baik harus diperhatikan perencanaan secara menyeluruh untuk pasangan ubin semua ruangan yang berkaitan.
 Dibuat demikian untuk mendapatkan kesan bahwa setiap ruangan seolah-olah tidak berdiri sendiri.
Dan kebiasaannya perencanaan pemasangan keramik atau ubin berpedoman pada pintu utama. Dan bila mana rumah bertingkat maka pemasangannya selain berpedoman pintu utama juga harus memperhatikan arah yang ke anak tangga, karena akan berkaitan dengan pemasangan lantai atas.
 
2. Menggambar Konstruksi Dinding Bata / Batako
 Materi tentang konstruksi dinding merupakan bagian dari konstruksi bangunan gedung. Pada materi ini akan belajar tentang pengertian bangunan, fungsi bangunan, jenis-jenis bangunan, bagian pokok dari bangunan, ikatan batu bata untuk dinding, meliputi ikatan ½ bata, ikatan silang, ikatan tegak, ikatan vlam dan rollag. Pengetahuan dasar mengenai konstruksi dinding akan sangat membantu dalam penggambaran konstruksi dinding atau bagaimana melaksanakan praktik pembuatan dinding batu bata sesuai dengan aturan yang berlaku.
- Pengertian Bangunan
 Yang dimaksud dengan bangunan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan perencanaan dan pelaksanaan pembuatan maupun perbaikan bangunan. Dalam penyelenggaraan bangunan diusahakan ekonomis dan memenuhi persyaratan tentang bahan, konstruksi maupun melaksanaannya.
Bangunan yang dimaksud di atas meliputi:
a. Bangunan merupakan hasil karya orang yang mempunyai tujuan tertentu untuk kepentingan perorangan maupun untuk umum.
b. Bangunan yang bersifat penambahan atau perubahan dan telah ada menjadi sesuatu yang lain/berbeda, tetapi juga dengan tujuan tertentu dan untuk kepentingan perorangan maupun untuk umum.
 Adapun tujuan bangunan tersebut didirikan antara lain: Bangunan rumah tinggal dibuat orang untuk kepentingan tempat tinggal dalam arti yang luas. Untuk masa sekarang tidak hanya sekedar tempat berlindung atau berteduh tetapi sebagai tempat pembinaan keluarga. Kantor dibuat untuk pelayanan masyarakat, sedangkan jembatan dan bendungan dibuat orang untuk tujuan prasarana kemakmuran rakyat. Kesemua hal di atas disebut dengan bangunan karena tidak dapat dengan mudah dipindahkan mengingat berat kecuali bila dibongkar.
 Lemari dibuat orang juga mempunyai tujuan anatara lain untuk menyimpan barang, bangku untuk tempat duduk, tetapi bendabenda ini mudah dipindahkan ke tempat lain, untuk itu benda-benda disini tidak dapat dikatakan bangunan. Dalam pembuatannya bagunan tidak cukup hanya satu orang pekerja saja, tetapi kadang-kadang memerlukan ratusan sampai ribuan pekerja tergantung besar kecilnya bangunan yang dibuat.
- Jenis Bangunan
 Jenis bangunan dapat dibedakan menjadi:
a. Bangunan teknik sipil kering, antara lain meliputi: bangunan rumah, gedung-gedung. monumen, pabrik, gereja, masjid dan sebagainya.
b. Bangunan teknik sipil basah, antara lain meliputi: bendungan, bangunan irigasi, saluran air, dermaga pelabuhan, turap-turap, jembatan dan sebagainya. Untuk sekarang jenis bangunan dibedakan menjadi 3 bagian besar yang dikelola oleh Direktorat Jenderal meliputi Bangunan Gedung, Bangunan Air dan Jalan Jembatan.
 Jenis bahan yang digunakan dalam bangunan dapat berupa kayu, bata, beton atau baja. Bahkan dewasa ini bahan bangunan yang digunakan sudah berkembang antara lain dari bahan aluminium atau plastik.

- Fungsi Pokok Pembuatan Bangunan
  Fungsi pembuatan bangunan yang terpenting ialah agar setiap bangunan kuat, dan tidak mudah rusak, sehat untuk ditempati, di samping biayanya relatif murah. Untuk mendapatkan bangunan kuat dan murah tidak perlu konstruksinya terlalu berlebihan. Bila demikian tidak sesuai dengan tujuan dan merupakan pemborosan. Konstruksi bangunan harus diperhitungkan secara teliti berdasarkan syarat-syarat bangunan termasuk perhitungan yang menunjang misalnya mekanika teknik. Keawetan suatu bangunan juga tergantung bahan bangunan yang digunakan, pelaksanaan dalam pembuatan dan juga perawatannya. Di samping hal tersebut di atas faktor lain yang berpengaruh dan perlu mendapatkan perhatian adalah air tanah, gempa bumi, angin dan sebagainya.
- Bagian-bagian Bangunan Gedung
 Menurut susunannya pembagian bangunan gedung dibagi menjadi:
a. Bangunan bawah yaitu bagian-bagian yang terletak di bawah muka lantai yang ada dalam tanah.
b. Bagian atas yaitu bagian-bagian yang ada di atasnya seperti tembok, kolom, jendela, ring balok dan rangka atap.
 Yang termasuk bangunan bawah ialah konstruksi yang dibuat untuk menahan berat bangunan di atasnya termasuk berat pondasi itu sendiri. Untuk itu bangunan harus kuat, tidak mudah bergerak kedudukannya dan stabil. Sedang yang termasuk bangunan atas adalah bagian-bagian yang terletak di atas bangunan bawah, sehingga seluruh beratnya diteruskan kepada bangunan bawah sampai ke tanah dasar.
- Dinding
 Bagian atas pada bangunan antara lain terdiri dari: tembok, pintu/jendela, ring balok , rangka atap. Tembok merupakan suatu dinding dari bangunan, sedangkan dinding-dinding bangunan dari segi fisika bangunan mengemban fungsi antara lain:
- Penutup atau pembatas ruang
- Keamanan
- Fungsi Penutup atau Pembatas Ruang
 Sebagai penutup atau pembatas ruang dapat kita lihat sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat. Pembatasan menyangkut segi penglihatan (visual), dan berkat dinding tersebut manusia dapat terlindung dari pandangan orang lain yang tidak sepantasnya, sehingga kepribadian dan martabat manusia terjamin. Tidak segala hal yang terjadi didalam keluarga pantas dilihat dan tidak segala hal yang kurang sedap, misalnya jemuran pakaian, tempat pembuangan sampah layak masuk dalam pandangan mata. Dan lagi dinding dapat sebagai perlindungan terhadap bunyi atau suara-suara yang mengganggu atau sebaliknya agar suasana dalam ruangan jangan sampai keluar/kedengaran oleh tetangga yang lain. Disini dinding berfungsi sebagai penutup dan pembatas pendengaran.
- Fungsi Keamanan
 Dinding diartikan manusia selaku unsur bangunan demi keamanan. Hal ini mudah dimengerti tetapi harus diingat bahwa keamanan rumah tidak hanya tergantung dari kekuatan, seolah-olah seperti dinding benteng jaman dahulu sehingga rumah kita dengan sendirinya aman. Tetapi bagaimanapun juga keadaannya, ternyata dalam masyarakat dinding-dinding merupakan salah satu unsur keamanan yang wajar untuk dibuat.
- Menggambar Konstruksi Dinding Bata
 Batu bata merah disebut juga bata merah. Bata merah dibuat dari tanah liat/tanah lempung diaduk dan dicampur dengan air, sehingga menjadi suatu campuran yang rata dan kental (pulen), dicetak, dikeringkan kemudian dibakar.
 Di Indonesia mengenai ukuran bata merah belum ada ukuran yang pasti (standar). Walaupun demikian ada persyaratan yang mutlak.
 Batu bata yang dibuat di perusahaan besar yang menggunakan tenaga mesin, terdiri dari macam-macam ukuran yaitu:
a. Bata utuh
b. ¾ panjang bata
c. ½ panjang bata
d. ¼ panjang bata dengan lebar utuh
e. ½ lebar bata dengan panjang utuh
Catatan :
Panjang bata = bujur = b, panjangnya ± 23 - 25 cm
Lebar bata = kepala = k, lebarnya ± 11 - 12 cm
Tebal bata ± 5 - 5.5 cm