Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label HASIL DARI JURUSAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HASIL DARI JURUSAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2014

MENGGAMBAR KONSTRUKSI LANGIT - LANGIT




MENDESKRIPSIKAN KONSTRUKSI LANGIT - LANGIT / PLAFON :
  • Langit - langit (plafon) dari suatu ruangan bangunan ialah bidang atas bagian dalam dari ruangan bangunan itu.
  • Konstruksi ini dibuat dengan maksud untuk mencegah cuaca panas atau dingin agar tidak langsung masuk ke dalam rumah atau ruangan setelah melewati atap.
  • Namun demikian saat ini plafon tidak hanya sekedar penghambat panas atau dingin melainkan juga sebagai hiasan yang akan lebih mempercantik interior suatu bangunan.
  • Plafon biasanya dibuat dengan ketinggian tertentu, namun sebagai variasi ada juga yang dibuat tidak selalu rata.
  • Variasi tersebut dikenal sebagai plafon drop ceiling.
  • Plafon dibuat lebih tinggi dari yang lain.
MANFAAT / KEGUNAAN PLAFON :
  1. Supaya ruangan dibawah atap selalu tampak bersih, dan tidak tampak kayu dari rangka - rangkanya.
  2. Untuk menahan kotoran yang jatuh dari bidang atap melalui celah - celah genteng.
  3. Untuk menahan percikan air, agar seisi ruangan selalu terlindung.
  4. Untuk mengurangi panas dan dingin yang melalui bidang atap.
RANGKA PLAFON :
  • Untuk pemasangan plafon diperlukan konstruksi khusus untuk menggantungkannya yang dikenal dengan nama rangka plafon.
  • Bahan rangka plafon yang umum digunakan adalah kayu, meskipun dewasa ini dikenal juga rangka plafon dari bahan besi hollow (besi berbentuk kotak)
  • Bahan ini tahan terhadap rayap dan api yang membuat plafon bertahan lama dibandingkan menggunakan kayu. 



Berikut ini untuk bagian detailnya :






BAHAN UNTUK PLAFON :
    Bahan untuk langit - langit yang dipakai tergantung dari bahan - bahan yang dapat diperoleh dari daerah sekitarnya, tetapi yang banyak dipakai antara lain :
  1. Anyaman bambu (kepang)
  2. Kulit pohon (dahulu)
  3. Papan dari kayu tebal 1,5 - 5 cm
  4. Kayu yang dilekatkan (ply wood, teak wood, jabar wood, dll)
  5. Lembaran plat asbes (eternit)
  6. Hardboard, softboard, acustictile, particleboard, dll.
  7. Lembaran papn gypsum.
PEMASANGAN LANGIT - LANGIT :
  • Dari macam - macam bahan langit - langit yang digunakan tersebut, diperlukan penggantung langit - langit untuk menempelkan bahan tersebut.
  • Menurut panjang pendeknya batang penggantung langit - langit, dan juga bahan langit - langit yang dipakai digunakan ukuran kayu penggantung yang berbeda pula. 

Kamis, 23 Januari 2014

BATU BATAKO





KONSTRUKSI DINDING BATAKO :
  • Konstruksi dinding yang biasa dibuat dari batu bata juga dapat dibuat dari Batako, dalam perdagangan batako terdapat berbagai macam ukuran dan bentuk
  • Bahan bata ini terdiri dari tras, kapur dan air atau juga semen portland, kapur dan air
  • Bata tras ini merupakan batu buatan yang tidak dibakar, kekerasannya tergantung dari campuran yang digunakan.
UKURAN BATAKO : 
  1. Ukuran : 20 x 20 x 40 cm, berlubang digunalan untuk pasangan dinding tebal 20 cm.
  2. Ukuran : 20 x 20 x 40 cm, berlubang untuk pasangan sudut - sudut dan pertemuan dinding tebal 20 cm.
  3. Ukuran : 10 x 20 x 40 cm, berlubang digunakan untuk dinding pemisah tebal 10 cm dan dinding tipis lainnya. 

Dan berikut ini adalah cara pemasangan batu batako :

KEGUNAAN LANTAI




Lantai merupakan komponen bangunan yang berperan menahan rembesan air tanah atau hewan dari dalam tanah dan sebaliknya sebagai penahan beban diatasnya dan atau sebagai pembatas bangunan bagian bawah dan bagian atas

Macam - macam konstruksi lantai :
  1. Lantai Plesteran
  2. Lantai Ubin
  3. Lantai Keramik
  4. Lantai Mozaik
  5. Lantai Beton/Rabat
  6. Lantai Kayu/Parket/Flooring
Lantai Plesteran :
   Lantai Plesteran biasanya digunakan atau dibuat biasanya pada rumah biasa/tradisional sedangkan konstruksinya, sebagai berikut :
  1. Bahan : Pasir dan semen dengan komposisi campuran 1 pc : 3-5 pasir.
  2. Tebal Plesteran : 5 -7 cm.
  3. Finishing dengan acian semen
Lantai Ubin :
  •     Lantai Ubin terdiri dari semen portland yang bahannya merupakan campuran pasir dan semen dan permukaannya dari semen portland murni, granite dan sebagainya.
  •  Untuk motifnya dibedakan atas ubin galasan, ubin sisik, ubin kembang, dan sebagainya.
  • Ukuran yang biasanya : 15 x 15 cm, 20 x 20 cm, dan 30 x 30 cm dengan tebal 2 - 2,5 cm.
  • Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani, keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran.
  • Lantai keramik atau ubin keramik adalah bahan penutup (finishing) lantai dari bahan keramik.
   Tujuan Pemasangan :
  1. Untuk menambah kekuatan lantai
  2. Mempermudah pemeliharaan
  3. Mempermudah kebersihan lantai
  4. Sebagai dekorasi ruangan (lantai)
  •  Pemasangan keramik juga bisa menghadirkan atmosfir tertentu pada ruangan, tergantung jenis dan jenis corak keramik yang dipilih.
    Lantai  Mozaik
  • Mozaik semakin populer untuk mempercantik elemen bangunan
  • Ia menjadi pelapis dinsing untuk kamar mandi, back panel dapur, pelapis saniter hingga dinding dan lantai kolam renang.
  • Mozaik terbuat dari porselen, kaolin dan bahan khusus
  • Bahan tersebut diproses dengan dioven pada suhu 2.200 derajat C selama 24 jam
  • Ukuran keping 18, 25, 28, 35, 50 mm
   Lantai Beton / Rabat
  • Lantai dengan bahan beton yang terdiri dari semen, pasir dan kerikil.
  • Dengan komposisi campuran : 1pc : 2ps : 3krl
  • Lantai ini pada pelaksanaan tidak dipasang besi tulangan
  • Biasanya dibuat untuk lantai kerja pada bengkel, gudang, pabrik dan sebagainya.
   Lantai Kayu / Parket / Flooring
  • Lantai ini terbuat dari kayu keras dan kering oven dan bentuknya papan / bingkai.
  • Ukuran kayu tebal 1 - 1,5 cm, panjang 5 x 30 - 50 cm
  • Biasanya dipasang pada rumah, lapangan basket dan sebagainya  
   Jenis - Jenis Keramik :
Keramik dibagi dua jenis, antara lain :
  1. Keramik Tradisional 
  Yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam, seperti kuarsa, kaolin, dll. yang termasuk keramik ini adalah : barang pecah belah, keperluan rumah tangga dan untuk industri.

     2. Keramik Halus 
   Fine Ceramics (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik, advanced ceramic, engineering ceramic, technical ceramic) adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida - oksida logam atau logam.

Dalam Peletakannya dibagi menjadi 2 jenis , yaitu :
  • UBIN KERAMIK INTERIOR :
  • Ubin keramik interior senantiasa terlindung dari hujan, sinar matahari langsung, oleh karena itu biasanya digunakan jenis ubin polos atau dekoratif sesuai dengan fungsi ruang serta kesan yang diharapkan.
  • UBIN KERAMIK EKSTERIOR :
  • Untuk laintai eksterior dan sering kena hujan dan sinar matahri secara langsung disarankan pilih jenis keramik yang tahan perubahan cuaca, ditandai dengan daya serap air rendah permukaan berglazur, tidak mengkilap/suram untuk keramik eksterior dikenal dengan embssed (tidak rata)

Rabu, 22 Januari 2014

MENGGAMBAR KONSTRUKSI LANTAI, DINDING DAN DINDING PENAHAN (MKLDDP)

1. Menggambar Konstruksi Lantai dari Keramik / Ubin/ Parket 
 Pemasangan keramik/ubin/parket tergantung dari bentuk ruangan dantata letak lubang pintunya. Untuk mendapatkan pemasangan ubin yang baik harus diperhatikan perencanaan secara menyeluruh untuk pasangan ubin semua ruangan yang berkaitan.
 Dibuat demikian untuk mendapatkan kesan bahwa setiap ruangan seolah-olah tidak berdiri sendiri.
Dan kebiasaannya perencanaan pemasangan keramik atau ubin berpedoman pada pintu utama. Dan bila mana rumah bertingkat maka pemasangannya selain berpedoman pintu utama juga harus memperhatikan arah yang ke anak tangga, karena akan berkaitan dengan pemasangan lantai atas.
 
2. Menggambar Konstruksi Dinding Bata / Batako
 Materi tentang konstruksi dinding merupakan bagian dari konstruksi bangunan gedung. Pada materi ini akan belajar tentang pengertian bangunan, fungsi bangunan, jenis-jenis bangunan, bagian pokok dari bangunan, ikatan batu bata untuk dinding, meliputi ikatan ½ bata, ikatan silang, ikatan tegak, ikatan vlam dan rollag. Pengetahuan dasar mengenai konstruksi dinding akan sangat membantu dalam penggambaran konstruksi dinding atau bagaimana melaksanakan praktik pembuatan dinding batu bata sesuai dengan aturan yang berlaku.
- Pengertian Bangunan
 Yang dimaksud dengan bangunan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan perencanaan dan pelaksanaan pembuatan maupun perbaikan bangunan. Dalam penyelenggaraan bangunan diusahakan ekonomis dan memenuhi persyaratan tentang bahan, konstruksi maupun melaksanaannya.
Bangunan yang dimaksud di atas meliputi:
a. Bangunan merupakan hasil karya orang yang mempunyai tujuan tertentu untuk kepentingan perorangan maupun untuk umum.
b. Bangunan yang bersifat penambahan atau perubahan dan telah ada menjadi sesuatu yang lain/berbeda, tetapi juga dengan tujuan tertentu dan untuk kepentingan perorangan maupun untuk umum.
 Adapun tujuan bangunan tersebut didirikan antara lain: Bangunan rumah tinggal dibuat orang untuk kepentingan tempat tinggal dalam arti yang luas. Untuk masa sekarang tidak hanya sekedar tempat berlindung atau berteduh tetapi sebagai tempat pembinaan keluarga. Kantor dibuat untuk pelayanan masyarakat, sedangkan jembatan dan bendungan dibuat orang untuk tujuan prasarana kemakmuran rakyat. Kesemua hal di atas disebut dengan bangunan karena tidak dapat dengan mudah dipindahkan mengingat berat kecuali bila dibongkar.
 Lemari dibuat orang juga mempunyai tujuan anatara lain untuk menyimpan barang, bangku untuk tempat duduk, tetapi bendabenda ini mudah dipindahkan ke tempat lain, untuk itu benda-benda disini tidak dapat dikatakan bangunan. Dalam pembuatannya bagunan tidak cukup hanya satu orang pekerja saja, tetapi kadang-kadang memerlukan ratusan sampai ribuan pekerja tergantung besar kecilnya bangunan yang dibuat.
- Jenis Bangunan
 Jenis bangunan dapat dibedakan menjadi:
a. Bangunan teknik sipil kering, antara lain meliputi: bangunan rumah, gedung-gedung. monumen, pabrik, gereja, masjid dan sebagainya.
b. Bangunan teknik sipil basah, antara lain meliputi: bendungan, bangunan irigasi, saluran air, dermaga pelabuhan, turap-turap, jembatan dan sebagainya. Untuk sekarang jenis bangunan dibedakan menjadi 3 bagian besar yang dikelola oleh Direktorat Jenderal meliputi Bangunan Gedung, Bangunan Air dan Jalan Jembatan.
 Jenis bahan yang digunakan dalam bangunan dapat berupa kayu, bata, beton atau baja. Bahkan dewasa ini bahan bangunan yang digunakan sudah berkembang antara lain dari bahan aluminium atau plastik.

- Fungsi Pokok Pembuatan Bangunan
  Fungsi pembuatan bangunan yang terpenting ialah agar setiap bangunan kuat, dan tidak mudah rusak, sehat untuk ditempati, di samping biayanya relatif murah. Untuk mendapatkan bangunan kuat dan murah tidak perlu konstruksinya terlalu berlebihan. Bila demikian tidak sesuai dengan tujuan dan merupakan pemborosan. Konstruksi bangunan harus diperhitungkan secara teliti berdasarkan syarat-syarat bangunan termasuk perhitungan yang menunjang misalnya mekanika teknik. Keawetan suatu bangunan juga tergantung bahan bangunan yang digunakan, pelaksanaan dalam pembuatan dan juga perawatannya. Di samping hal tersebut di atas faktor lain yang berpengaruh dan perlu mendapatkan perhatian adalah air tanah, gempa bumi, angin dan sebagainya.
- Bagian-bagian Bangunan Gedung
 Menurut susunannya pembagian bangunan gedung dibagi menjadi:
a. Bangunan bawah yaitu bagian-bagian yang terletak di bawah muka lantai yang ada dalam tanah.
b. Bagian atas yaitu bagian-bagian yang ada di atasnya seperti tembok, kolom, jendela, ring balok dan rangka atap.
 Yang termasuk bangunan bawah ialah konstruksi yang dibuat untuk menahan berat bangunan di atasnya termasuk berat pondasi itu sendiri. Untuk itu bangunan harus kuat, tidak mudah bergerak kedudukannya dan stabil. Sedang yang termasuk bangunan atas adalah bagian-bagian yang terletak di atas bangunan bawah, sehingga seluruh beratnya diteruskan kepada bangunan bawah sampai ke tanah dasar.
- Dinding
 Bagian atas pada bangunan antara lain terdiri dari: tembok, pintu/jendela, ring balok , rangka atap. Tembok merupakan suatu dinding dari bangunan, sedangkan dinding-dinding bangunan dari segi fisika bangunan mengemban fungsi antara lain:
- Penutup atau pembatas ruang
- Keamanan
- Fungsi Penutup atau Pembatas Ruang
 Sebagai penutup atau pembatas ruang dapat kita lihat sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat. Pembatasan menyangkut segi penglihatan (visual), dan berkat dinding tersebut manusia dapat terlindung dari pandangan orang lain yang tidak sepantasnya, sehingga kepribadian dan martabat manusia terjamin. Tidak segala hal yang terjadi didalam keluarga pantas dilihat dan tidak segala hal yang kurang sedap, misalnya jemuran pakaian, tempat pembuangan sampah layak masuk dalam pandangan mata. Dan lagi dinding dapat sebagai perlindungan terhadap bunyi atau suara-suara yang mengganggu atau sebaliknya agar suasana dalam ruangan jangan sampai keluar/kedengaran oleh tetangga yang lain. Disini dinding berfungsi sebagai penutup dan pembatas pendengaran.
- Fungsi Keamanan
 Dinding diartikan manusia selaku unsur bangunan demi keamanan. Hal ini mudah dimengerti tetapi harus diingat bahwa keamanan rumah tidak hanya tergantung dari kekuatan, seolah-olah seperti dinding benteng jaman dahulu sehingga rumah kita dengan sendirinya aman. Tetapi bagaimanapun juga keadaannya, ternyata dalam masyarakat dinding-dinding merupakan salah satu unsur keamanan yang wajar untuk dibuat.
- Menggambar Konstruksi Dinding Bata
 Batu bata merah disebut juga bata merah. Bata merah dibuat dari tanah liat/tanah lempung diaduk dan dicampur dengan air, sehingga menjadi suatu campuran yang rata dan kental (pulen), dicetak, dikeringkan kemudian dibakar.
 Di Indonesia mengenai ukuran bata merah belum ada ukuran yang pasti (standar). Walaupun demikian ada persyaratan yang mutlak.
 Batu bata yang dibuat di perusahaan besar yang menggunakan tenaga mesin, terdiri dari macam-macam ukuran yaitu:
a. Bata utuh
b. ¾ panjang bata
c. ½ panjang bata
d. ¼ panjang bata dengan lebar utuh
e. ½ lebar bata dengan panjang utuh
Catatan :
Panjang bata = bujur = b, panjangnya ± 23 - 25 cm
Lebar bata = kepala = k, lebarnya ± 11 - 12 cm
Tebal bata ± 5 - 5.5 cm

Sabtu, 18 Januari 2014

RUMAH TYPE 90/149

Menggambar Rumah Type 90/149

 
Gambar Denah

 Tampak Depan

 Tampak Samping Kanan

  Potongan B-B

 Rencana Atap

DETAIL KUDA - KUDA


Detail Kuda - Kuda


contoh model kuda-kuda



Detail 1

Detail 2
 Detail 3

POTONGAN RUMAH TYPE 40/104

Gambar potongan rumah type 40/104

Gambar Potongan
Gambar dari suatu bangunan yang dipotong vertikal pada sisi yang ditentukan (tertera pada denah) dan memperlihatkan isi atau bagian dalam bangunan tersebut.
Fungsi potongan untuk menunjukkan:
- Struktur bangunan
- Dimensi tinggi ruang
Untuk kriteria penggambaran, potongan kurang lebih sama dengan denah. Bagian yang terpotong digaris tebal dengan notasi material bila merupakan gambar kerja.
contoh gambar potongan





DENAH TYPE 40/104

Gambar denah type 40/104

Menggambar denah

Denah adalah tampak atas bangunan yang terpotong secara horizontal setinggi 1m dari ketinggian 0.00 sebuah bangunan dengan bagian atas bangunan dibuang/dihilangkan.

Fungsi denah antara lain untuk menunjukkan:

- fungsi ruang
- susunan ruang
- sirkulasi ruang
- dimensi ruang
- letak pintu dan bukaan
- isi ruang
- fungsi utilitas ruang (air, listrik, AC, dll.) pada denah-denah tertentu

Pada gambar denah presentasi, biasanya bagian dinding yang terpotong hanya diblok dengan warna hitam, sementara kolom diberi warna putih untuk pembedaan. Sedangkan, pada gambar teknik untuk pekerjaan lapangan, bagian yang terpotong tersebut perlu dilengkapi dengan notasi material sebagai pedoman pengerjaan.

Untuk ketebalan, bagian yang terpotong digambar dengan garis yang lebih tebal. Furnitur dalam ruangan, kecuali tingginya melebihi 1m dari level 0.00 yang ditentukan, digambar dengan garis yang lebih tipis

contoh gambar denah T40/104


RUMAH TAMPAK DEPAN TYPE 40/102

Gambar tampak depan rumah Type 40/102

Menggambar Tampak

Tampak adalah wujud bangunan secara dua dimensi yang terlihat dari luar bangunan.
Fungsi gambar tampak antara lain untuk menunjukkan:

- dimensi bangunan
- proporsi
- gaya arsitektur
- warna & material
- estetika

Karena digambar secara dua dimensi, pada gambar tampak kemungkinan akan ada beberapa bagian bangunan yang ukurannya menjadi tidak sesuai dengan ukuran yang sebenarnya (sesuai skala), yakni garis atau bidang yang tidak sejajar dengan bidang gambar. Untuk arah pandang sendiri tidak tergantung pada suatu patokan yang pasti. Bisa jadi gambar tampak dinamai sesuai dengan arah mata angin (tampak utara, tampak timur, dll.) atau dinamai sesuai view tertentu seperti tampak dari danau, tampak dari jalan raya, dsb. Selain itu bisa juga diberi nama tampak A, tampak B, dst. Sesuai keinginan dari sang arsitek yang ditentukan pada denah.

contoh gambar tampak


MENGGAMBAR KONSTRUKSI KUSEN PINTU DAN JENDELA



KONSTRUKSI KUSEN PINTU DAN JENDELA





1. Kusen

Pengertian dan fungsi : Kusen adalah salah satu bagian dari konstruksi bangunan yang berfunsi untuk membentuk hubungan, baik antara sebuah dinding pasangan bata, beton ataupun kayu dengan pintu atau jendela

Jenis - jenis kusen :


  • berdasarkan fungsinya dapat dibedakan antara : kusen pintu dan kusen jendela
  • berdasarkan lokasinya dapat dibedakan antara : kusen dalam dan kusen luar, yang terutama dipengaruhi oleh iklim setempat
  • berdasarkan bahan yang digunakan dapat dibedakan antara : kusen kayu, kusen logam dan kusen beton

2. Daun Pintu Dan Jendela

Pengertian dan fungsi : Daun pintu dan jendela berfungsi untuk penutup/pemisah ruang yang movable tidak statis dan dapat dibuka atau ditutup bahkan bila perlu untuk keamanan dapat pula dikunci atau pengertian lain dari Daun pintu dan jendela adalah :
  • Daun pintu : Berfungsi sebagai tempat keluar masuknya manusia ataupun barang. Ukuran pintu biasanya dibuat disesuaikan dengan tempat dimana Daun pintu itu akan di tempatkan. misalnya untuk pintu Ruang tamu, biasa dibuat agak lebar. karena disitulah terjadi proses keluar masuknya manusia dan barang.
  • Jendela : Berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya matahari dan juga sebagai tempat berlangsungnya proses pertukaran udara pada suatu bangunan 


Jenis - jenis Daun pintu dan jendela

1. Bedasarkan sifatnya

  • pintu/jendela 1 sayap
  • pintu/jendela putar
  • pintu/jendela 2 sayap
  • pintu/jendela geser
  • pintu lipat/harmonica
  • pintu gulung/rolling
  • Jendela jalusi/nako
  • pintu/jendela 2 rangkap
  • jendela mati


2. Berdasarkan konstruksinya
  • pintu/jendela panil kayu atau kaca
  • pintu/jendela jalusi atau krepyak
  • pintu/jendela papan berangka (plipit)
  • pintu/jendela blok berangka didalam
  • pintu/jendela blok tanpa rangka
  • pintu kisi


3. Berdasarkan penggunaan bahan 
  • pintu/jendela kayu
  • pintu/jendela logam atau alumunium

• Ukuran nominal kayu untuk bangunan, tebal dan lebar minimal (10x10) mm, (10x30)
mm, (20x30) nm, sampai (120x120) mm, (25x30) mm, (30x30) nm, (30x50) mm,
(60x80) mm, (60x100) mm, 60x120)mm, (80x80) mm, (80x100) mm, 120x120) mm.
• Ukuran kayu berdasarkan penggunaan (Tabel):
• Ukuran panjang nominal (m): 1; 1.5; 2; 2.5; 3; 3.5; dst 5.5.
• Ukuran untuk bangunan rumah dan gedung:
   -Kusen pintu dan jendela (mm): 60 (100, 120, 130, 150) ; 80 (100, 120, 150)
   - Kuda-kuda (mm): 80 (80, 100, 120, 150, 180), 100 (100, 120, 150, 180)
   -Kaso (mm) : 40x60; 40x80; 50x70.
   -Tiang balok (mm) :80 (80, 100, 120); 100 (100, 120; 120 (120, 150).
   -Balok antar tiang (mm): 40 (60, 80); 60 (80, 120, 150); 80 (120, 150, 180), 100 (120, 150).
   - Balok langit (mm): 80 (120, 150, 180, 200); 100 (150, 180, 200).
• Toleransi ukuran panjang kayu ditetapkan berdasarkan ukuran nominal 100 mm dan
toleransi ukuran tebal dan lebar kayu ditetapkan 0-15 mm dari ukuran nominal.
• Ketentuan kadar air kayu adalah ukuran kayu gergajian dalam keadaan kering udara,
maksimum 23%, kecuali untuk kusen daun pintu, daun jendela, jelusi dan elemen
lainnya mempunyai kadar air maksimum 20%


Bagian-Bagian kusen terdiri atas :
  1. Tiang (style).
  2. Ambang (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang bawah sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
  3. Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau daun jendela.
  4. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam kedalam tembok yang berfungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang.
  5. Alur kapur, bagian dari tiang (style) yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar apabila terjadi penyusutan, tidak timbul celah.
  6. Angkur, dipasang pada tiang (style), berfungsi untuk memperkuat melekatnya pada tembok juga menahan gerakan ke samping.dan ke muka/ke belakang.
  7. Duk (neut), dipasang pada tiang (style) di bagian bawah, khusus untuk kusen pintu, berfungsi untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan melindung tiang kayu terhadap resapan air dari latai ke atas.



MENGGAMBAR UTILITAS GEDUNG [ MUG ]


MENGGAMBAR UTILITAS GEDUNG [ MUG ]



  • Menggambar Utilitas Gedung [ MUG ] adalah Suatu kelengkapan fasilitas pada gedung yang bertujuan untuk mencapai kenyamanan, kesehatan, keamanan bagi penghuni bangunan tersebut dan sekitarnya
  • Macam - macam Utilitas Gedung :
  1. Instalasi Listrik
  2. Instalasi Plumbing
  3. Sanitasi dan Drainase Gedung
  1. Pengertian Instalasi Listrik  adalah Suatu jaringan untuk mengalirkan arus listrik yang digunakan untuk penerangan atau alat - alat elektronik, antara lain (TV, Setrika, Radio, AC, dll)
  • Persyaratan dan Prinsip Instalasi Listrik, antara lain : 
  1. Jaringan instalasi listrik dipikirkan untuk jarak yang terdekat / terpendek agar dapat lebih ekonomis
  2. Bagian yang tertanam di dinding perlu disediakan saluran dengan diameter yang agak besar agar dimudahkan dalam pengurutan dan perbaikan
  3. Pada instalasi yang terletak di atas plafond sebaiknya juga dibungkus dengan pipa PVC untuk menghindari kerusakan kabel
  •  Symbol untuk instalasi listrik

  • Diagram instalasi listrik

  •  Contoh gambar instalasi listrik

      2 . Pengertian Instalasi Plumbing adalah Seni dan teknologi pemipaan dan peralatan untuk menyediakan air bersih, baik dalam hal kualitas dan kontinuitas yang memenuhi syarat dan pembuangan air bekas atau kotor dari tempat - tempat tertentu tanpa mencemari bagiann penting lainnya untuk mencapai kondisi higenis dan kenyamanan yang diinginkan.

  • Pengertian pipa PVC (Polyvinyl chloride) merupakan pipa yang terbuat dari plastik dan dengan kombinasi vinyl lainnya. mempunyai karakter pipa yang tahan lama dan mudah perawatannya. Pipa PVC juga tidak berkarat atau membusuk. disamping itu, pipa PVC ini paling sering digunakan dalam sistem irigasi / perairan dan pelindung kabel. 
  • Macam - macam pipa PVC :
  1.   Type AW
       merupakan tingkat ketebalan yang paling tinggi, digunakan untuk perairan yang memiliki tekanan (seperti pakai pompa).
  2. Type D
       merupakan tidak terlalu tebal, bisa untuk tekanan yang tidak terlalu besar atau bisa dipakai untuk buangan.
  3. Type C
       merupakan paling tipis, biasanya untuk pembuangan air, tidak bisa untuk tekanan.


    • Berikut Beberap Fungsi Yg Bisa Didapat Dari PVC

    C 5/8             : Untuk pelindung kabel listrik

    AW 1/2, ¾   : biasa dipakai untuk supply air di rumah tangga. untuk ukuran yang lebih besar biasanya dipakai kalau memang membutuhkan debit air yang lebih besar.
    D 2 1/2, 3, 4 : biasa dipakai untuk air buangan di rumah tangga. Bisa saja pakai C tapi lebih baik gunakan type D kalau pipanya tidak ditanam di tembok, takutnya kalau ada apa-apa misalnya wc buntu dan perlu disedot, bisa pecah kalau tidak kuat.
    C 3, 4: biasa tuk pembuangan air yg memiliki tekanan rendah

       Secara khusus, pengertian plambing merupakan sistem perpipaan dalam bangunan yang meliputi sistem perpipaan untuk :
    a.penyediaan air minum
    b.penyaluran air buangan dan ven
    c.penyediaan air panas
    d.penyaluran air hujan
    e.pencegahan kebakaran
    f.penyediaan gas
    g.AC (air conditioner)

    Plumbing atau plambing mempunyai sasaran sebagai berikut :
    a.sanitasi, menciptakan kesehatan masyarakat
    b.kenyamanan pemakai
    c.menciptakan rasa aman

    Fungsi plumbing atau plambing :
    a.sebagai sistem penyediaan air minum, menyediakan air minum ke tempat yang dikehendaki dengan tekanan yang cukup
    b.sebagai penyaluran air buangan

    Jenis-jenis peralatan plambing dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, antara lain :
    a.peralatan untuk penyediaan air panas
    b.peralatan untuk penyediaan air bersih/ air minum
    c.peralatan untuk pembuangan

    Syarat perencanaa plumbing atau plambing :
    a.sistem harus efektif dan efisien
    b.pipa mudah dirawat dan diperbaiki
    c.mudah dilakukan pemeriksaan
    d.tidak mengganggu estetika
    e.memperhatikan aspek kesehatan
    f.tidak mengganggu struktur bangunan
    g.pilih yang murah tapi berkualitas
    h.minimalkan tikungan

    Tahapan perencanaan plumbing atau plambing :
    a.mengetahui fungsi bangunan
    b.penetapan jenis peralatan plambing
    c.rencana jaringan pipa
    d.penetapan dimensi pipa (dimensioning)
    e.rencana peletakan peralatan plambing
    f.penggambaran

    Pemasangan peralatan plambing atau plumbing :
    a.pemasangan kasar
    yaitu peralatan plambing dipasang bersamaan dengan berkembangnya konstruksi bangunan

    b.pemasangan halus
    yaitu pemasangan peralatan plambing dilakukan setelah konstruksi bangunan selesai. sehingga menghindari terjadinya kerusakan peralatan plambing akibat pembangunan konstruksi.
    3. Sanitasi dan Drainase Gedung
        Sanitasi adalah sarana yang harus disediakan dalam suatu bangunan atau gedung, supaya dapat terpenuhi syarat kesehatan pengguna bangunan atau gedung tersebut.

       Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota (perencanaan infrastruktur khususnya).
    • Jenis – jenis drainase :
    Menurut sejarah terbentuknya :
    1. Drainase alamiah (natural drainage)
    Terbentuk secara alamiah , tidak terdapat bangunan penunjang
    2. Drainase buatan (artificial drainage)
    Dibuat dengan tujuan tertentu, memerlukan bangunan khusus

    Menurut letak bangunan :
    1. Drainase permukaan tanah (surface drainage)
    Suatu system pembuangan air untuk menyalurkan air dipermukaan tanah. Hal ini berguna untuk mencegah adanya genangan.
    2. Drainase bawah permukaan tanah (subsurface drainage)
    Suatu sistem pembuangan untuk mengalirkan kelebihan air dibawah tanah.
    Pada jenis tanaman tertentu drainase juga bermanfaat untuk mengurangi ketinggian muka air tanah sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.

    Menurut fungsi :
    1. Single purpose
    Suatu jenis air buangan : air hujan, limbah domestic, limbah industri dll
    2. Multi purpose
    Beberapa jenis air buangan tercampur

    Menurut kontruksi :
    1. Saluran terbuka
    2. Saluran tertutup
      



MENGGAMBAR DETAIL PONDASI BATU KALI

menggambar detail pondasi batu kali

 

Menggambar Pondasi Dangkal Pasangan Batu bata/Batu Kali

Pondasi merupakan elemen bangunan yang sangat penting, karena digunakan sebagai landasan dari bangunan di atasnya. Dan menjamin mantapnya kedudukan bangunan. Pondasi tidak boleh sama sekali mengalami perubahan kedudukan atau bergerak, dalam
arti bergerak secara mendatar ataupun tegak.
Untuk merencanakan suatu pondasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
           a.    Konstruksi harus kuat dan kokoh untuk mendukung bangunan di atasnya.
           b.    Berat sendiri bangunan termasuk berat pondasinya.
           c.    Beban berguna
           d.    Bahan yang dipakai untuk konstruksi pondasi harus tahan lama dan tidak mudah hancur, sehingga diharapkan bila terjadi kehancuran bukan karena pondasinya yang tidak kuat.
           e.    Hindarkan pengaruh dari luar, misalnya kondisi dari air tanah maupun cuaca baik panas maupun dingin.
           f.     Pondasi harus terletak pada dasar tanah yang keras, sehingga kedudukan pondasi tidak mudah bergerak baik ke samping, ke bawah maupun terguling.
          g.    Pondasi yang menerima beban berbeda harus dibuat terpisah.
Pada garis besarnya pondasi dapat dibagi menjadi 2 jenis:
 
          a)    Pondasi langsung yaitu apabila pondasi tersebut langsung di atas tanah keras.
          b)    Pondasi tidak langsung yaitu apabila pondasi tersebut terletak di atas suatu rangkaian yang menghubungkan dengan lapisan tanah keras.
Pondasi Pasangan Batu Kali
Pondasi yang bahannya dari batu kali sangat cocok, karena bila batu kali ditanam dalam tanah kualitasnya tidak berubah. Dan pada umumnya bentuk pondasi batu kali dibuat trapesium dengan lebar bagian atas paling sedikit 25 cm. Sedangkan untuk lebar bagian
bawah trapesium tergantung perhitungan dari beban di atasnya, tetapi pada umumnya dapat dibuat sekitar 70 – 80 cm. Batu kali yang dipasang hendaknya sudah dibelah dahulu besarnya kurang lebih 25 cm. 
Pada dasar konstruksi pondasi batu kali diawali dengan lapisan pasir setebal 5 – 10 cm guna meratakan tanah dasar, kemudian dipasang batu dengan kedudukan berdiri (pasangan batu kosong) dan rongga-rongganya diisi pasir secara penuh sehingga kedudukannya menjadi kokoh dan sanggup mendukung beban pondasi di atasnya. Susunan batu kosong yang sering disebut aanstamping dapat berfungsi sebagai pengaliran (drainase) untuk mengeringkan air tanah yang terdapat disekitar pondasi.
Agar pasangan bahan pondasi tidak mudah rusak atau basah akibat air tanah, maka bidang pada badan pondasi diplester kasar (beraben) setebal ± 1.5 cm dengan adukan seperti spesi yang dipakai pada pasangan. Bila pada lapisan dasar tanah untuk pondasi mengandung pasir atau cukup kering maka tidak diperlukan pasangan batu kosong
tetapi cukup dengan lapisan pasir sebagai dasar dengan ketebalan ± 10 cm yang sudah dipadatkan. Lapisan ini dapat berfungsi sebagai alat pengaliran atau pengeringan (drainase).

contoh detail pondasi batukali


AutoCAD Shortcut Key (2D)

 

 

 

AutoCAD Shortcut Key (2D)

MODIFY :

KODE KETIK / PERINTAH / FUNGSI

E = ERASE (Menghapus)
CO = COPY (Mengcopy)
MI = MIRROR (Mencerminkan object menjadi object baru dg posisi terbalik)
O = OFFSET (Menciptakan suatu object gambar yang sejajar dan menyerupai)
AR = ARRAY (Memperbanyak suatu object secara vertikal dan horizontal)
M = MOVE (Memindahkan posisi object)
RO = ROTATE (Memutar gambar)
SC = SCALE (Membuat Skala Gambar)
S = STRETCH (Memperpanjang object / garis)
TR = TRIM (Memotong)
EX = EXTEND (Memperpanjang object garis ke object lain)
BR = BREAK (Memotong garis polyline sesuai yang kita kehendaki)
J = JOINT (Menyambung antara 2 garis menjadi satu kesatuan (polyline))
CHA = CHAMFER (Memotong miring garis yang berpotongan)
F = FILLET (Menyambung antara 2 garis yang berbeda sudut)
X = EXPLODE (Memisahkan Object Polyline)
LEN = LENGTHEN (Memotong garis polyline sesuai yang kita kehendaki)

DLI = DIMLINEAR (Membuat Dimensi horizontal dan vertikal)
DOR = DIMORDINATE (Membuat Dimensi Koordinat)
DRA = DIMRADIUS (Membuat dimensi sudut derajat )
DDI = DIMDIAMETER (Membuat Lingkaran sesuai diameter yang dikehendaki)
DCO = DIMCONTINUE (Meneruskan Dimensi)
DCE = DIMCENTER (Membuat dimensi, dimulai dari center / tengah)
DED = DIMEDIT (Mengedit dimensi DIMTED *DIMTEDIT Mengubah posisi tulisan dimensi)
D = DIMSTYLE (Memodifikasi bentuk dimensi)
LT = LINETYPE (Tipe2 garis)
LA = LAYER (Susunan Nama dan jenis2 garis)

DI = DIST (Mengetahui Jarak)
AA = AREA (Mengetahui Luasan suatu area)
LS / LI = LIST (Mengetahui Luasan Area)
MASSPROP = MASS PROPERTY Menyambung antara 2 garis menjadi satu kesatuan (polyline)

SOLID EDITING :

KODE KETIK / PERINTAH / FUNGSI

UNI = UNION (Menggabungkan dua Object yang bersinggungan)
SU = SUBTRACT (Memotong dua object yang bersinggungan (bag.luar object) )
IN = INTERSECT Memotong dua object yang bersinggungan (bag.dalam object))
EXT = EXTRUDE Membuat object polyline dua dimensi menjadi tiga dimensi

DRAW :

KODE KETIK / PERINTAH / FUNGSI

L = LINE (Membuat Garis)
PL = PLINE (Membuat garis yang menyatu)
POL = POLYGON (Perintah untuk membuat gambar segi banyak)
A = ARC (Membuat Garis melingkar)
C = CIRCLE (Membuat lingkaran)
SPL = SPLINE (Membuat garis melengkung)
EL = ELLIPSE (Membuat lingkaran bentuk elips)
PO = POINT (Membuat point / titik koordinat)
H = HATCH (Jenis2 tekstur permukaan suatu bidang)
REG = REGION (Menampilkan gambar / object)
REC = RECTANGLE (Membuat kotak persegi)
ML = MLINE (Membuat garis sekaligus dua sejajar)
DO = DONUT (Membuat lingkaran)
HE = HATCHEDIT (Mengedit tekstur permukaan MT *MTEXT Membuat teks / nama gambar)
PE = PEDIT (Perintah mengubah garis patah menjadi melengkung)
SPE = SPLINEDIT (Mengedit garis lengkung spline)
ED = DDEDIT (Mengedit teks)

STANDART :

KODE KETIK / PERINTAH / FUNGSI

MA = MATCHPROP (Perintah untuk menyamakan layer suatu object)
B = BLOCK (Membuat group gambar)
P = PAN (Menggeser layar object)
Z = ZOOM (Memperbesar view object)
RE = REGEN (refresh object)
REA = REGENALL (refresh object secara keseluruhan)
I = INSERT (memasukkan object lain kedalam format dwg (autocad))
PU = PURGE (menghapus file - file tidak terpakai / rusak yang berada dalam object)
TO = TOOLBAR (Icon - icon dalam layar autocad)
OS = OSNAP (menentukan koordinat object)
OP = OPTIONS (penyusunan layar sebelum menggambar)
DIV = DIVIDE( Memotong garis)