Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label SENI BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SENI BUDAYA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Januari 2014

MATERI SENI THEATER KELAS XI




  

SENI TEATER (TARI)
     
   a.    Pengertian Tari
   -     Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta
    -     Soedarsono menyatakan bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah
   -     Soeryodiningrat menyatakan bahwa tari merupakan gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari
     -     Tari merupakan salah satu cabang seni, dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh
    b.    Unsur Pokok Tari
         1.      Gerak
Elemen pokok tari adalah gerak. Rudolf Laban pakar tari kreatif menyatakan bahwa gerak merupakan fungsional dari Body ( gerak bagian
kepala, kaki, tangan, badan), space (ruang gerak yang terdiri dari level, jarak, atau tingkatan gerak), time (berhubungan dengan durasi gerak, perubahan sikap, posisi, dan kedudukan), dinamyc (kualitas gerak menyangkut kuat,lemah, elastis dan penekanan gerakan).
Berpijak kepada pendapat di atas, tari terdiri dari unsur gerak sebagai
unsur utama, ruang, waktu, dan tenaga. Fungsi gerak yang dihasilkan oleh
tubuh manusia pada dasarnya dapat dibedakan menjadi gerak keseharian,
olah raga, gerak bermain, bekerja, dan gerak sehari-hari. Pada khususnya,
tari lebih menekankan kepada gerak untuk berkesenian, di mana gerak dalam tari merupakan gerak yang sudah distilisasi atau distorsi.
          2.      Motif Gerak Tari
          3.      Motif Gerak Tari Berpasangan Atau Kelompok
          4.      Ruang
Ruang adalah sesuatu yang harus diisi, ruang dalam tari mencakup semua gerak yang diungkapkan oleh seorang penari terbentuk melalui perpindahan gerak tubuh, posisi yang tepat dan ruang gerak penari itu sendiri.
Ruang bersentuhan langsung dengan penari. Ruang gerak penari merupakan batas paling jauh yang dapat dijangkau penari. Di sisi lain,
ruang menjadi salah satu bentuk dari imajinasi penari dalam mengolah ruang gerak menjadi bagian yang berpindah tempat, posisi dan kedudukan.
            
           5.      Tenaga
Ruang gerak penari tercipta melalui desain. Disain adalah gambaran yang jelas dan masuk akal tentang bentuk/wujud ruang secara utuh. Bentuk ruang gerak penari digambarkan secara bermakna ke dalam; desain atas dan disain lantai (La Meri: 1979: 12). Ruang gerak tari diberi makna melalui garis lintasan penari dalam ruang yang dilewati penari. Gerak tari yang diperagakan menunjukan intensitas gerak yang dapat menjadi salah satu indikasi. Tenaga yang diwujudkan oleh gerakan berhubungan dengan kualitas gerak. Hal ini dapat tercermin pada tenaga yang disalurkan oleh penghasil gerak dalam mengisi gerak menjadi dinamis, berkekuatan, berisi, dan menjadi anti klimak dari tensi dan relaksasi gerak secara keseluruhan.
            6.      Ekspresi
Ekspresi dalam tari lebih merupakan daya ungkap melalui tubuh ke dalam aktivitas pengalaman seseorang, selanjutnya dikomunikasikan pada penonton/pengamat menjadi bentuk gerakan jiwa, kehendak, emosi atas penghayatan peran yang dilakukan. Dengan demikian daya penggerak diri penari ikut menentukan penghayatan jiwa ke dalam greget (dorongan perasaan, desakan jiwa, ekspresi jiwa dalam bentuk tari yang terkendali).
            7.      Iringan Tari
Iringan dan tari adalah pasangan yang serasi dalam membentuk kesan sebuah tarian. Keduanya seiring dan sejalan, sehingga hubungannya sangat erat dan dapat membantu gerak lebih teratur dan ritmis. Musik yang dinamis dapat menggugah suasana, sehingga mampu membuat penonton memperoleh sentuhan rasa atau pesan tari sehingga komunikatif. Musik dalam tari memberi keselarasan, keserasian, keseimbangan yang terpadu melalui alunan keras-lembut, cepat-lambat
melodi lagu. Pada dasarnya tari membutuhkan iringan sebagai pengatur
gerak.
          
       c.    Tari Berdasarkan Konsep Garapan
     1.      Tari Tradisional adalah tari yang telah baku oleh aturan-aturan tertentu. Dalam kurun waktu yang telah disepakati, aturan baku diwariskan secara turun menurun melalui generasi ke generasi. Tarian jenis ini telah mengalami perjalanan cukup panjang, bertumpu pada pola garapan tradisi yang kuat. Tari jenis ini biasanya memiliki sifat kedaerahan yang kental dengan pola gaya tari atau style yang dibangun melalui sifat dan karakter gerak yang sudah ada sejak lama. Tari-tarian tradisional yang dilestarikan oleh generasi pendukung biasanya sangat diyakini atas kemasyalakatannya. Masyarakat yang mau terlibat di sini ikut andil dalam melestarikan tari tradisional melalui rasa tanggung jawab dan kecintaan yang tidak bisa dinilai harganya. Masyarakat yang bersangkutan memandang bahwa tarian jenis ini menjadi salah satu bentuk ekspresi yang dapat menentukan watak dan karakter masyarakat yang mencintai tarian tersebut. Dengan demikian tergambar perangai, kelakukan dan cermin pribadinya.
       a)    Tari Primitif
Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Tarian ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur. Pada jaman ini jenis tarian ini sudah mulai tidak kedengaran lagi gaungnya.
       b)   Tari Rakyat
Tari-tarian yang disebut pada bab ini adalah tarian yang hingá kini berkembang di Daerah yang bersangkutan. Masalah pembagian apakah
termasuk fungsi dan peran yang dimiliki tidak diperhitungkan.
      -     Aceh dan Sumatra Utara kental imbas pengaruh Melayu. Ciri dan
bentuk tari lebih dekat ke rumpun tari Melayu. Pengaruh agama Islam yang kuat. Gerakan tarinya lincah dan gesit,namun tidak ekspresif. Pakaian menutup semua anggota badan (aurat) dan iringan menggunakan alat musik sederhana dengan tepukan tangan sebagai pelengkap instrument.
Misalnya : Daerah Sumatra Utara (Sumut) tari Tor-tor gerak merapatkan dan mengembangkan ke dua telapak tangan sambil bergerak di tempat dan geser kaki, Tari Cawan dengan membawa cewan di atas kepala. Tari Serampang Dua belas dengan gerak berpasangan muda mudi yang sedang berdendang. Tari Manduda, Tari Kain, Tari Andungandung, Tari Angguk, Tari Tari Mainang Pulau Kampai, Tari Baluse, Tari Tononiha, Tari Terang Bulan, Tari Pisu Suri, Tari Baina, Tari Tari Barampek, Tari Basiram Tari Bulang Jagar, Tari Buyut Managan Sihala, Tari Cikecur, Tari Kapri, Tari Karambik dll.
         -     Bali
Mempunyai sifat gerak dan iringan yang mengesankan. Gerakan tari tegas dan ekspresif. Semua anggota badan digunakan untuk mengekspresikan makna dan misi tari sehingga terkesan sakral.
Penari Pria menggunakan celana panjang sampai lutut yang dibalut kain warna cerah atau kotak – kotak hitam putih, dan ikat kepala atau kuluk bersulam benang emas. Penari wanita menggunakan kebaya panjang, berbalut selendang sampai dada dan memakai hiasan kepala
     -     Sulawesi
Didominasi oleh penari wanita yang memiliki perwatakan lembut. Iringan kontras menggebu-gebu terutama instrument gendang yang dimainkan oleh seorang penari. Pakaiannya baju kurung dan ikat pinggang keemasan.
     -     Jawa dan Sunda
Teknik tari Jawa dan Sunda meliputi hal-hal sebagai berikut :
§   Semangat bathin yang member kekuatan gerak, daya tahan dan kemantapan ekspresi
§   Sadar akan harga diri,yang memancarkan keagungan, kewibawaan, berisi,kepastian,keberhasilan dan kesempurnaan sikap
§   Kemanunggalan lahir bathin, pemusatan kendali ekspresi kepribadian yang bulat
§   Kukuh tak bergeming dari kemantapan, tak goyah atas segala gangguan
      c)    Tari Klasik adalah tari yang berkembang di kerajaan-kerajaan yang
telah ada di Indonesia. Puncak tari klasik terdapat pada kerajaan di
Indonesia khususnya di yogyakarta, Surakarta, Kasepuhan Cirebon, kerajaanbone, Kerajaan Mataram Kuno, dan Kerajaan Klungkung di Bali.
Tari Non Tradisional adalah tari yang tidak berpijak pada aturan yang sudah ada seperti tari tradisional. Tari jenis ini tari pembaruan. Tari nontradisional lebih mengungkapkan gaya pribadi. Contoh tarinya adalah tari karya Didik nini towok misalnya tari wek-wek, persembahan. Tari karya Bagong Kussudihardjo misalnya tari yapong, wira pertiwi. Karya Wiwik Widyastuti tari cantik, tari karya Abdul rochem tari Gitek balen, tari nandak ganjen karya Entong sukirman dll.
      
     d.   Fungsi Tari       

        a)      Tari Sebagai Sarana Upacara
Ciri – ciri :
    1.    Hidup dan berkembang dalam tradisi yang kuat, sebagai sarana untuk persembahan
    2.    Sebagai sarana memuja dewa (keagamaan) yang berarti bersifat sakral,
    3.    Bersifat kebersamaan dan diulang-ulang.
Misalnya :
-      Upacara maju perang : Mandau (Kalimantan)
-      Upacara panen : tari Pakarena (Sulawesi Tenggara) dan tari Manimbon (Toraja)
-      Upacara khitanan : tari Sisingaan (Jawa Barat), tari Jaran Buto (Blitar)
-      Upacara mengusir roh atau mengusir penyakit : tari Sang Hyang (Bali), tari Mabugi (Toraja)
-      Upacara menjemput tamu : tari Reyog Ponorogo, tari Reyog Dodog (Tulungagung), tari Pendet (Bali), tari Cakalele (Maluku)
          b)      Tari Sebagai Sarana Hiburan
Ciri – ciri :
1.    Mood yang bergembira ria
2.    Unsur gerak sederhana dan bebas
3.    Pakaian bebas
4.    Mudah melibatkan peserta lainnya
5.    Relatif mudah dipelajari
Contoh :
Tayub (Jawa Tengah & Jawa Timur), Ketuk Tilu (Jawa Barat), Gandrung (Banyuwangi), dll
            c)      Tari Sebagai Sarana Seni Pertunjukan
Ciri – ciri :
        1.      Pola garapannya merupakan penyajian yang khusus untuk dipertunjukkan
        2.      Adanya faktor imajinatif/kreativitas
        3.      Adanya Ide yang mengandung dan mengarah pada bentuk pementasan yang professional
        4.      Lokasi pementasan berada ditempat yang khusus
Contoh :
Tari Gambyong (Surakarta), Golek (Yogyakarta), dll
            e.    Beberapa tarian daerah di Nusantara
·           Serampang dua belas
Menggunakan irama samba, tempo cepat, teknik tarian ini menunjukkan kelembutan. Yang terasa dalam langkah dan penampakan kaki. Arah geraknya vertikal.
·           Jaipongan
Menggunakan irama gendang, pencak sunda. Diperkuat dengan musik tanjidor. Teknik Jaipongan menitik beratkan pada langkah kaki. Gerak pinggul merupakan penyedap.
·           Ngrema (rema)
Tarian khas Jawa Timur. Kerincing pada pergelaran kaki adalah khas yang merupakan bagian dari teknik tarian ini. Penari tidak hanya menari namun juga harus menyanyi “blenderan Surabayan”. Tarian ini pada awalnya adalah tari tunggal.
           f.     Beberapa Koreografer Tari Indonesia
          1.        S.D. Humardani (1923-1983) Sering dijuluki : Sang pendobrak seni tradisi, sang gladiator, Begawan seni tradisi, budayawan.
Hasil karyanya : Pemadatan Tari Bedoyo, Srimpi Dan Gambyong. Sendratari ronggolawe gugur. Babad Pajang. Sketsa III
           2.        Tjetje Soemantri (1891 – 1963), pengubah peta tari Sunda.
Hasil karyanya : tari Dewi, tari Anjasmoro, Topeng Menak Jinggo, dll
           3.        R.I. Sasmito Mardono, mengembangkan tari menak gaya Yogyakarta
Hasil karyanya : tari Golek Ayun-Ayun, Beksan Menak Umarmoyo Umarmadi, dari golek tinembe
           4.        Bagong Kussudiardjo
  Tokoh tari kreasi baru yang telah menciptakan idiom-idiom gerak baru yang lebih mudah menembus perasaan. Selain koreografer, beliau juga sebagai pelukis.
           5.        Sardono W.Kusumo
Terkenal dengan jenis – jenis tarian yang mencoba menggunakan si penari dengan lingkungan sebagai instrument pernyataan tari. Sehingga beliau paling jauh melangkah mencari bentuk yang baru. Beliau lebih mengutamakan gerak daripada titik- titik henti berupa pose-pose
           6.        Hurijah Adam
Berasal dari Sumatra. Beliau lebih menekankan pada kreasi music – musiknya. Terutama pada pencak Minang, dan mengolah bungo – bungo pencak menjadi tari

MATERI SENI MUSIK KELAS XI

Materi Seni Musik Kelas XI Semester 1



   Musik adalah suatu bentuk pengekspresian diri yang dituangkan melalui susunan tinggi rendah nada yang memiliki unsure unsure musik dan disusun secara musical.
Unsure-unsure yang terkandung di dalam musik antara lain

1.Melodi
Melodi adalah susunan tinggi rendah nada-nada yang berjalan dalam waktu. dan disusun dengan musical. Nada –nada tersebut bersumber dari sebuah sistem deret nada yang memiliki jarak-jarak tertentu dari satu nada ke nada yang lain atau sering kita kenal dengan istilah tangga nada.
System nada yang terdiri atas 7 nada disebut diatonis, berikut ini adalah nama nama beserta jarak nada tangga nada ditonis
2.Harmoni
harmoni adalah pergerakan dari satu akor keakor yang lain yang difungsikan sepabagai pengiring suatu melodi. Pergerakan akord yang indah atau bagus sering di istilahkan sebagai pergerakan yang harmonis. Sedangkan akor sendiri adalah perpaduan tiga nada atau lebih.
Akor yang di susun dari tiga nada yang disusun keatas dengan berdasarkan interval terts disebut juga triad.
Berikut adalah susunan akor triad dalam tangga nada C mayor


Akord mayor di tunjukkan dengan huruf besar sedangkan akor minor di tunjukan dengan huruf kecil

Berikut ini adalah jarak nada pada akor-akor triad
•Mayor = 2 + 1 ½
•Minor = 1 ½ + 2
•Diminised = 1 ½ + 1 ½
•Augmented = 2 + 2

berikut ini adalah gambar posisi-posisi akord triat pada gitar


3.Ritme
Ritme adalah pengaturan panjang pendek bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian kelompok ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan dalam birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan. Nada-nada tertentu dapat diaksentuasi dengan pemberian tekanan (dan pembedaan durasi)
berikut ini adalah simbol-simbol yang digunakan untuk menentukan panjang pendeknya harga dari suatu not

4.Bentuk dan struktur lagu
Bentuk dan struktur musik adalah semacam kerangka dalam suatu karya musik. Kerangka tersebut tersusun dari bagian-bagian lagu yaitu kalimat, segmen dan yang terkecil adalah pola (motif),
Sebagai contoh dibawah ini ada contoh bentuk lagu satu bagian,


5.Unsure ekspresi

unnsur ekspresi dalam musik adalah bagaimana musik itu harus di bawakan, sebagai contoh tanda ekspresi dalam musik adalah sebagai berkut :

1. Tempo
secara garis besar dapat di bedakan menjadi tiga yatu, cepat, sedang dan lambat

tempo-tempo lambat
•largo : sangat lambat (M.M. 46 – 50)
•larghetto : lebih cepat dari largo ( M.M.60-63)
•adagio : lambat (M.M 52-54)
•lento : lebih cepat dari adagio (M.M 56-58)

tempo-tempo sedang
•adante : berjalan teratur (M.M 72-76)
•andantino : lebih cepat dari adante ( M.M 80-84)
•moderato : sedang ( M.M 96-104)
tempo-tempo cepat
•allegretto : lebih lambar dari allegro ( M.M 108-116)
•allegro : cepat, hidup, gembira (M.M 132-138)
•vivace : lebih cepat dari allegro ( M.M 160-176)
•presto : cepat ( M.M 184-200)
•prestisimo : sangat cepat ( M.M 208)

perubahan tempo
•accelerando : makin lama makin cepat
•ritardando : makin lama makin melambat
•fermata : nada di tahan melebihi nilai yang sebenarnya
•rubato :bebas dan penuh perasaan
•Stringendo :tergesa gesa dan kian menjadi cepat


2. Dinamik ( tanda untuk menentukan keras lembutnya suatu bagian atau prase)
•Pianissimo ( pp) : sangat lembut
•Piano ( p) : lembut
•Mezzopiano (mp) :sedikit lembut
•Mezzo forte (mf) :sedikit keras
•Forte (f) :keras
•Fortesimo (ff) : sangat keras

Perubahan dinamik
• Crescendo : semakin keras
• Decrescendo : semakin lembut
• Diminuendo : melembutkan nada
• Sforzando : lebih keras diperkeras


3. Gaya atau style
•Animato : riang gembira
•A capella : tanpa iringan alat musik
•Dolce : manis
•Espresivo : ekspresif
•Marcia : mars atau lagu berbaris
•Staccato : pendek tersentak sentak
•Subito : seketika


FUNGSI MUSIK
Menurut fungsinya musik dapat dibedakan menjadi beberapa fungsi

1.Fungsi musik sebagai hiburan
Musik sebagai sarana hiburan adalah musik yang bertujuan untuk menghibur, seabagai contoh disini adalah konser-konser musik yang membawakan lagu-lagu popular, ataupun program tayangan televisi yang menyiarkan musik sebagai hiburan.
Contoh lagu dan kelompok musik yang membawakan musik sebagai sarana hiburan
•Dealova ciptaan Opik
•Lagu rindu ciptaan krispatih
•You are not elone ciptaan Michael Jakson

2.Fungsi musik sebagai sarana upacara ( kebangsaan, adat dan keagamaan)
Fungsi musik sebagai sarana upacara biasanya dibawakan pada saat upacara baik upacara bendera, upacara keagamaan ataupun upacara adat, musik disini bertujuan untuk menambah hikmat suasana upacara ataupun menambah semangat kebangsaan
Contoh lagu lagu pengiring upacara
•Indonesia Raya
•Mengheningkan Cipta

3.Fungsi musik sebagai sarana pendidikan
Musik sebagai sarana pendidikan adalah musik yang diciptakan untuk mendukung proses belajar mengajar ataupun musik itu sendiri sebagai materi ajar. sebagai contohnya adalah lagu-lagu ciptaan A.T Mahmud, komponis ini banyak menghasilkan karya-karya yang sangat mendukung anak untuk belajar. Baik belajar berhitung, mengenali warna, ataupun tentang alam.
Contoh lagu untuk pendidikan
•Balonku ada lima ciptaan A.T Mahmud
•Bintang kecil
•Berhitung

4.Fungsi musik sebagai pengiring suatu pertunjukan
Musik seabagai pengiring suatu pertunjukan bertujuan untuk memperkuat suasana baik suasana gembira, sedih, seram, komedi dan lain sebagainya. Pertunjukan yang sering menggunakan musik sebagai pengiring adalah pertunjukan tari dan teater.
5.Fungsi musik sebagai ilustrasi
fungsi musik sebagai ilustrasi bertujuan hampir sama dengan musik pengiring pertunjukkan, yaitu memperkuat suasana, sebagai contoh musik ilustrasi dapat kita dengar pada iklan ditelevisi, filem-filem.
Sebagai contoh adalah lagu- soundtrek filem
•Laskar pelangi ciptaan Nigi
•Ayat-ayat cinta
6.Fungsi musik sebagai terapi
Dewasa ini banyak masyarakat yang memfungsikan musik seabagai terapi. Baik bertujuan untuk kesehatan ataupun memaksimalkan cara kerja otak. Sebagai contoh adalah musik-musik klasik karya W.A Mozart yang diyakini dapat meningkatkan kecerdasan pada anak.

struktur aransemen
1 ) Intro
intro adalah pembuka lagu atau pengantar menuju lagu

2) Lagu pokok
 lagu pokok adalah pemaparan atau pembawaan melodi asli secara proporsional.

3) Interlude
interlude adalah bagiab melodi jembatan dari lagu pokok menuju pengembangan

4) Pengembangan
 Pengembangan adalah pengolahan lagu pokok hinga muncul kreasi kreasi baru dari lagu tersebut

5) Coda
Coda adalah bagian penutup dari keseluruhan bagian lagu.


Sejarah musik


•Zaman Renaissance (ca.1300-1600)
Pada zamaan renaisan, vocal lebuh di pentingkan dari pada instrument musik, sehingga composer lebih memperhatikan syair untuk meningkatkan kualitas syair dan emosi, sedangkan unsure dinamik yang di gunakan masih sangat sederhana masih seputar P,mP,F,mF
ciri khas musik zaman ini adalah acappella atau bernyanyi tanpa iringan instrument, akan tetapi menggunakan teknik harmonisasi yang bagus. Teknik yang digunakan antara lain:
1.choral atau musik yang bertipe 4,5,6 suara
2.polyphonic ( banyak suara ) contoh bernyanyi dalam kelompok dengn melodi beragam dalam satu kesartuan
3.texturnya homoponik dengan rentetan akord
4.wilayah nadanya lebih dari 4 oktav
Komponis musik pada zaman ini lebih banyak menciptakan lagu untuk keperluan keagamaan atau ibadah
Komponis-komponis pada Zaman Renaisance diantaranya :

1. Giovanni Gabrieli (1557 – 1612) dari Italia.

2. Galilei (1533 – 1591) dari Italia.

3. Claudio Monteverdi (1567 – 1643) dari Venesia.

4. Jean Baptiste Lully (1632 – 1687) dari Prancis.

•Zaman Barok dan rokoko
Kedua aliran ini hamper sama sifatnya, yaitu adanya pemakaian Ornamentik (Hiasan Musik). Perbedaannya adalah bahwa musik Barok memakai Ornamentik yang deserahkan pada Improvisasi spontan oleh pemain, sedangkan pada musik Rokoko semua hiasan Ornamentik dicatat.
karakteristik musik zaman ini adalah bass kontinuo, hal itu ditunjukkan dengan pengtingnya bass dalam musik barok,
komponis zman barok da rokoko
Johan Sebastian Bach
George Fredrick Haendel

•Zaman Klasik (1750 – 1820)
Pada zaman klasik ini adalah zaman dimana instrument piano mulai muncul, cikal bakal piano sebelum menjadi piano adalah Harpsicord.
Komposisi instrument periode klasik terdiri dari beberapa bagian yang kontras dari tempo dan karakter, perubahan nuansa dalam dinamik dengan gaya berangsur-angsur dari lembut berangsur menjadi keras dan sebaliknya, dari cepat berangsur menjadi lambat dan sebaliknya. Begitu pula dengan pola ritme , penggunaan tanda isstirahat, sinkop perubahan not panjang ke not pendek.
Pada masa ini juga ditandai dengan berahirnya komposisi yang menggunakan bass continue dan munculah tanda crescendo dan decrescendo.
Bentuk musik klasik
1.Fast movement
2.Slow movement
3.Dance related movement
4.Face movement
Bentuk komposisi sonata terdiri dari tiga bagian
1.Eksposisi
Eksposisi adalah bagian awal dari lagu bentuk sonata yang biasa nya menggambarkan nuansa penuh semangat dan terbagi menjadi beberapa tema yaitu tema pokok, bridge, tema kedua, dan tema penutup.
2.Pengembangan
bagian ini adalah uraian tema atau pengembangan dari eksposisi di bentuk ke dalam motif motif
3.Rekapitlasi
pada bagian ini lagu kembali ke eksposisi akan tetapi mengalami modifikasi modifikasi pada bagian-bagian tertentu.
4.Coda
coda adalah penutup dari seluruh rangkaian lagu.

Komponis terkenal pada zaman klasik
W.A Mozart
Bethoven
J. Haydn

•Zaman Romantic (1820 – 1900)
Cirikhas musik pada zaman ini adalah chromatic atau nada nada yang menjalar dengan jarak setengah, dinamik yang berubah ekstrim dari ff menjadi pp, accelerando dan ritardando dan kebebasan tempo di atur oleh sipemain sendiri, guna penyajian ekspresi.
Komponis pada masa ini adalah:
F. Chopin
F. Mendelson
J. Brahms Corbis

•Zaman Moderen (1900 – sekarang)

Musik pada Zaman ini tidak mengakui adanay hokum-hukum dan peraturan-peraturan, karena kemajuan ilmu dan teknologi yang semakin pesat, misalnya penemuan dibidang teknik seperti Film, Radio, dan Televisi. Pada masa ini orang ingin mengungkapkan sesuatu dengan bebas.
Komponis-komponis pada Zaman Modern :

1. Claude Achille Debussy dari Prancis

2. Bella Bartok dari Honggaria.

3. Maurice Ravel dari Prancis.

4. Igor Fedorovinsky dari Rusia

5. Edward Benyamin Britten dari Inggris